Menjadi seorang RELAWAN PMR khususnya ternyata tidak semudah yang kita bayangkan. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan diantaranya tanggung jawab, disiplin, komitmen dan keadaan fisik serta mental yang stabil. Berikut disamaikan beberapa syarat untuk menjadi anggata PMR

Syarat structural untuk menjadi seorang PMR antara lain :

  • Warga Negara Republik Indonesia
  • Usia:
    + PMR Mula : setingkat usia siswa Sekolah Dasar/MI dari 7 – 12 tahun.
    + PMR Madya : setingkat usia siswa SLTP/MTs dari 12 – 16 tahun
    + PMR Wira : setingkat usia siswa SMU/MA dari 16 – 20 tahun
  • Dapat membaca dan menulis.
  • Atas dasar kemauan sendiri.
  • Dapat persetujuan orangtua/wali.
  • Sebelum menjadi anggota penuh, bersedia mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar Kepalangmerahan.
  • Permintaan menjadi anggota disampaikan kepada Pengurus Cabang PMI setempat, melalui Pembina PMR masing-masing.

Syarat khusus yang diberikan pada PMR Binaan di sini misalnya

  • Mau berbakti pada sekolah dan mengabdi pada masyarakat
  • Memiliki waktu yang cukup untuk harir dalam pelatihan rutin setidaknya 75 % dari total jumlah kehadiran (120 jam)
  • Bersedia menaati tata tertib sekolah dan aturan PMR
  • Mengisi formulir dan mengumpulan Phota 3×4 warna 2 lembar dan soft file nya
  • Selain itu juga dibutuhkan kesiapan mental dan disiplin yang tinggi.

Kegitan PMR seluruhnya berpegang atas 7 prinsip kepalangmerahan yaitu :

Kemanusiaan
Gerakan Palang Merah dan Bulan sabit Merah Internasional didirikan berdasarkan keinginan memberi pertolongan tanpa membedakan korban yang terluka di dalam pertempuran, mencegah dan mengatasi penderitaan sesama manusia. Palang Merah menumbuhkan saling pengertian, persahabatan, kerjasama dan perdamaian abadi bagi sesama manusia.

Kesamaan
Gerakan ini tidak membuat perbedaan atas dasar kebangsaan, kesukuan, agama atau pandangan politik. Tujuannya semata-mata mengurangi penderitaan manusia sesuai dengan kebutuhannya dan medahulukan keadaan yang paling parah.

Kenetralan
Agar senantiasa mendapat kepercayaan dari semua pihak, gerakan ini tidak boleh memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan politik, kesukuan, agama atau ideologi.

Kemandirian
Gerakan ini bersifat mandiri. Perhimpunan nasional disamping membantu Pemerintahnya dalam bidang kemanusiaan, juga harus mentaati peraturan negaranya, harus selalu menjaga otonominya sehingga dapat bertindak sejalan dengan prinsip-prinsip gerakan ini.

Kesukarelaan
Gerakan ini adalah gerakan pemberi bantuan sukarela, yang tidak didasari oleh keinginan untuk mencari keuntungan apa pun.

Kesatuan
Di dalam suatu negara hanya ada satu perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang terbuka untuk semua orang dan melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah.

Kesemestaan
Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional adalah bersifat semesta. Setiap Perhimpunan Nasional mempunyai hak dan tanggung jawab yang sama dalam menolong sesama manusia.

Dengan pendlaman pada 7 prinsip tersebut, menjadikan kita lebih paham tentang prinsip gerakan Palang Merah. Sebagai seorang PMR kita juga harus mengetahui bentuk bakti kita untuk kemanusiaan yang tertyang dalam Tri BAkti PMR yaitu :

    Anggota PMR berbakti pada masyarakat.

    Misalnya: mengadakan kunjungan berkala ke panti jompo, menjadi donor darah (syarat menjadi donor darah lihat SERBA-SERBI TRANSFUSI DARAH).

    Mempertinggi ketrampilan dan memelihara kebersihan dan kesehatan.

    Contoh: mempraktikan kebersihan dan kesehatan di lingkungan sekitar, mampu melakukan perawatan pada luka lecet.

    Memperat persahabatan Nasional dan Internasional.

    Misal: mengadakan latihan gabungan dengan kelompok PMR lain, saling bertukar album persahabatan.

    Tambahan…..

    Materi pelatihan PMR, antara lain:

    + Kepalangmerahan

    + Hukum Perikemanusiaan Internasional (HPI)

    + Pertolongan Pertama

    + Perawatan Keluarga

    + Pendidikan Remaja Sebaya (PRS)

    + Pengabdian PMR di masyarakat.