Tata cara Apel / Upacara PMR


Urutan apél yang digunakan dalam PMR

  1. Pemimpin apél memasuki lapangan apél.
  2. Pemimpin apél menyiapkan barisan.
  3. Pembina apél memasuki lapangan apél.
  4. Penghormatan kepada Pembina apél dipimpin oleh pemimpin apél.
  5. Laporan pemimpin apél kepada pembina apél bahwa apél akan segera dimulai.
  6. Pembacaan 7 prinsip dasar Gerakan Palang Merah Internasional.
  7. Pembacaan Tribakti Palang Merah Remaja.
  8. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan Mars Palang Merah Indonesia.
  9. Amanat Pembina, peserta diistirahatkan.
  10. Peserta disiapkan.
  11. Pembacaan doa.
  12. Laporan pemimpin apél kepada Pembina apél bahwa apél telah selesai.
  13. Penghormatan umum kepada Pembina apél.
  14. Pembina apél diperkenankan meninggalkan lapangan apél.
  15. Peserta dibubarkan.

Petugas apél

  1. Protokol
  2. Pemimpin upacara
  3. Petugas pembaca 7 prinsip dasar gerakan Palang Merah Internasional
  4. Petugas pembaca Tribakti Palang Merah Remaja
  5. Petugas dirijen dalam menyanyikan lagu ‘Indonesia Raya’ dan ‘Mars Palang Merah Indonesia’.

Selain itu, juga dibutuhkan pembina dan peserta apél.

Sejarah PMR


Terbentuknya Palang Merah Remaja dilatar belakangi oleh terjadinya Perang Dunia I (1914 – 1918) pada waktu itu Australia sedang mengalami peperangan. Karena Palang Merah Australia kekurangan tenaga untuk memberikan bantuan, akhirnya mengerahkan anak-anak sekolah supaya turut membantu sesuai dengan kemampuannya. Mereka diberikan tugas – tugas ringan seperti mengumpulkan pakaian-pakaian bekas dan majalah-majalah serta Koran bekas. Anak-anak tersebut terhimpun dalam suatu badan yang disebut Palang Merah Remaja.

Pada tahun 1919 didalam siding Liga Perhimpunan Palang Merah Internasional diputuskan bahwa gerakan Palang Merah Remaja menjadi satu bagian dari perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Kemudian usaha tersebut diikuti oleh Negara-negara lain. Dan pada tahun 1960, dari 145 Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah sebagian besar sudah memiliki Palang Merah Remaja.

Di Indonesia pada Kongres PMI ke-IV tepatnya bulan Januari 1950 di Jakarta, PMI membentuk Palang Merah Remaja yang dipimpin oleh Ny. Siti Dasimah dan Paramita Abdurrahman. Pada tanggal 1 Maret 1950 berdirilah Palang Merah Remaja secara resmi di Indonesia. Sebelumnya pada awal pendirian bernama Palang Merah Pemuda (PMP) kemudian menjadi Palang Merah Remaja (PMR).Secara resmi berkembangnya PMR di sekolah didasari Surat Edaran Dirgen Pendidikan No. 11-052-1974, pada tanggal 22 Juni 1974.

Mars PMI


Palang Merah Indonesia

Sumber kasih umat manusia

warisan luhur nusa dan bangsa

Wujud nyata mengayom Pancasila

Gerak juangnya ke seluruh Nusa

Mendharmakan bakti bagi ampera

Tunaikan tugas suci, tujuan PMI, di Persada Bunda Pertiwi

untuk umat manusia di seluruh dunia

PMI mengantarkan jasa

Mukadimah PMR


Menjadi seorang RELAWAN PMR khususnya ternyata tidak semudah yang kita bayangkan. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan diantaranya tanggung jawab, disiplin, komitmen dan keadaan fisik serta mental yang stabil. Berikut disamaikan beberapa syarat untuk menjadi anggata PMR

Syarat structural untuk menjadi seorang PMR antara lain :

  • Warga Negara Republik Indonesia
  • Usia:
    + PMR Mula : setingkat usia siswa Sekolah Dasar/MI dari 7 – 12 tahun.
    + PMR Madya : setingkat usia siswa SLTP/MTs dari 12 – 16 tahun
    + PMR Wira : setingkat usia siswa SMU/MA dari 16 – 20 tahun
  • Dapat membaca dan menulis.
  • Atas dasar kemauan sendiri.
  • Dapat persetujuan orangtua/wali.
  • Sebelum menjadi anggota penuh, bersedia mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar Kepalangmerahan.
  • Permintaan menjadi anggota disampaikan kepada Pengurus Cabang PMI setempat, melalui Pembina PMR masing-masing.

Syarat khusus yang diberikan pada PMR Binaan di sini misalnya

  • Mau berbakti pada sekolah dan mengabdi pada masyarakat
  • Memiliki waktu yang cukup untuk harir dalam pelatihan rutin setidaknya 75 % dari total jumlah kehadiran (120 jam)
  • Bersedia menaati tata tertib sekolah dan aturan PMR
  • Mengisi formulir dan mengumpulan Phota 3×4 warna 2 lembar dan soft file nya
  • Selain itu juga dibutuhkan kesiapan mental dan disiplin yang tinggi.

Kegitan PMR seluruhnya berpegang atas 7 prinsip kepalangmerahan yaitu :

Kemanusiaan
Gerakan Palang Merah dan Bulan sabit Merah Internasional didirikan berdasarkan keinginan memberi pertolongan tanpa membedakan korban yang terluka di dalam pertempuran, mencegah dan mengatasi penderitaan sesama manusia. Palang Merah menumbuhkan saling pengertian, persahabatan, kerjasama dan perdamaian abadi bagi sesama manusia.

Kesamaan
Gerakan ini tidak membuat perbedaan atas dasar kebangsaan, kesukuan, agama atau pandangan politik. Tujuannya semata-mata mengurangi penderitaan manusia sesuai dengan kebutuhannya dan medahulukan keadaan yang paling parah.

Kenetralan
Agar senantiasa mendapat kepercayaan dari semua pihak, gerakan ini tidak boleh memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan politik, kesukuan, agama atau ideologi.

Kemandirian
Gerakan ini bersifat mandiri. Perhimpunan nasional disamping membantu Pemerintahnya dalam bidang kemanusiaan, juga harus mentaati peraturan negaranya, harus selalu menjaga otonominya sehingga dapat bertindak sejalan dengan prinsip-prinsip gerakan ini.

Kesukarelaan
Gerakan ini adalah gerakan pemberi bantuan sukarela, yang tidak didasari oleh keinginan untuk mencari keuntungan apa pun.

Kesatuan
Di dalam suatu negara hanya ada satu perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang terbuka untuk semua orang dan melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah.

Kesemestaan
Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional adalah bersifat semesta. Setiap Perhimpunan Nasional mempunyai hak dan tanggung jawab yang sama dalam menolong sesama manusia.

Dengan pendlaman pada 7 prinsip tersebut, menjadikan kita lebih paham tentang prinsip gerakan Palang Merah. Sebagai seorang PMR kita juga harus mengetahui bentuk bakti kita untuk kemanusiaan yang tertyang dalam Tri BAkti PMR yaitu :

    Anggota PMR berbakti pada masyarakat.

    Misalnya: mengadakan kunjungan berkala ke panti jompo, menjadi donor darah (syarat menjadi donor darah lihat SERBA-SERBI TRANSFUSI DARAH).

    Mempertinggi ketrampilan dan memelihara kebersihan dan kesehatan.

    Contoh: mempraktikan kebersihan dan kesehatan di lingkungan sekitar, mampu melakukan perawatan pada luka lecet.

    Memperat persahabatan Nasional dan Internasional.

    Misal: mengadakan latihan gabungan dengan kelompok PMR lain, saling bertukar album persahabatan.

    Tambahan…..

    Materi pelatihan PMR, antara lain:

    + Kepalangmerahan

    + Hukum Perikemanusiaan Internasional (HPI)

    + Pertolongan Pertama

    + Perawatan Keluarga

    + Pendidikan Remaja Sebaya (PRS)

    + Pengabdian PMR di masyarakat.

    Tiada kata berpisah


    Tiada Kata Berpisah

    Rio Febrian

    cinta kini kau pergi
    sebelum dia mencintai aku
    begitu cepatnya dia berlalu
    meninggalkan semua
    hanya untuknya

    reff: tiada kata berpisah
    bila harus berakhir segalanya
    untuk kita dan untuk masa bahagia bersamamu

    katakan padanya
    selamanya dialah kekasihku
    yakinkan untukmu
    dia milikku sampai kapan jua
    hanya untuknya

    repeat reff

    cinta kini kau pergi
    sebelum dia mencintai aku
    hanya untuknya

    repeat reff